Cara Budidaya Mangga Lengkap: dari Pilih Bibit sampai Panen

Cara budidaya mangga lengkap: kebun mangga muda berbaris rapi di pagi hari

Cara budidaya mangga itu seperti apa? Sulit atau tidak sih? Sebenarnya budidaya mangga tidak terlalu sulit kalau kita tau caranya.

Sederhananya budidaya mangga itu cukup simpel. Dimulai dari pemilihan bibit, lalu tanam di lahan yang tidak menggenang. Rawat dengan pupuk dan pangkas, dan jaga bunga serta buahnya dari hujan dan lalat buah. Detailnya kita bahas satu per satu di bawah.

Panduan ini bisa kita pakai sebagai pegangan, untuk kebun pekarangan sampai kebun yang lebih luas.

1. Pilih varietas dan bibit dulu

Pertama kita mulai dari tujuan penanaman kita. Mau dijual segar, dimakan sendiri, atau dua-duanya? Pasar kita biasanya mengenal Arumanis, Golek, Gedong Gincu, dan Manalagi. Jenis impor seperti Chokanan, Irwin, dan Kiojay juga banyak dicari untuk kebun pekarangan. Tujuan ini penting karena beda produk panen beda pula jenis yang akan kita tanam.

Pastikan memilih bibit sambung atau okulasi, bukan bibit biji. Bibit biji bisa berbuah lama dan sifat buahnya tidak sama dengan induknya. Bibit sambung sudah membawa sifat pohon induk yang kita mau. Benih yang baik itu yang berlabel, dengan bidang sambung minimal 30 cm dari media.

Lihat juga fisiknya. Batang tegak, daun segar, sambungan menyatu, tidak ada bercak atau serangga. Kalau ragu, tanya penjualnya jenis dan umur bibit sebelum membayar.

Kalau mau lihat pilihan bibitnya, ada kategori bibit mangga di Kartani. Untuk pemula, Arumanis dan Golek sering jadi titik awal. Chokanan, Irwin, dan Madu Anggur juga tersedia di sana.

2. Lahan dan iklim

Mangga suka tempat panas, terbuka, dan tidak tergenang. Itu yang paling penting. Sentra mangga unggulan di Lombok Utara, misalnya, berada di dataran rendah dekat pantai, dengan penyinaran matahari yang optimal.

Tanahnya sebaiknya gembur dan airnya cepat turun. Untuk pH, yang bagus kisaran 5,5 sampai 7,5. Kalau belum pernah mengukur, baca dulu cara cek pH tanah di artikel Kartani, lalu kita sesuaikan.

Satu hal yang sering terlewat: mangga butuh musim kering supaya mau berbunga. Di Indonesia, pembungaan mangga umumnya dipicu oleh cekaman kekeringan. Jadi lahan yang hujannya merata sepanjang tahun lebih sulit diatur pembungaannya.

Lahan miring boleh, asal dibuat teras. Lahan sawah juga bisa, asal dibuat guludan supaya akar tidak terendam.

3. Cara tanam mangga

Jarak tanam mengikuti cara kita merawat. Jarak biasa 10 x 10 meter, sekitar 100 pohon per hektar. Ada juga sistem tanam rapat (UHDP) 3 x 5 atau 2 x 3 meter. Itu butuh pangkas rutin dan pengaturan pupuk dan air yang khusus. Untuk pemula, jarak biasa lebih ringan dikelola.

Siapkan lubang tanam lebih dulu, campur tanah galian dengan pupuk kandang, dan biarkan beberapa hari sebelum bibit masuk. Ukuran lubang dan takaran pupuk dasar bisa kita sesuaikan dengan tanah di kebun masing-masing.

Saat menanam, lepas polybag dengan hati-hati supaya media dan akar tidak pecah. Letakkan bibit tegak, dan jaga bidang sambungan tetap di atas permukaan tanah. Padatkan tanah di sekelilingnya, lalu siram sampai basah.

Bibit mangga sambung dengan bidang sambungan di atas permukaan tanah
Bidang sambungan tetap di atas permukaan tanah saat bibit ditanam.

Waktu tanam paling aman di awal musim hujan, ketika air mulai cukup tapi belum menggenang. Kalau hujan mundur seperti tahun ini, baca dulu cara menyiramnya di artikel musim hujan mundur.

Dua sampai tiga minggu pertama, cek tiap hari. Bibit yang layu di minggu awal biasanya kurang air atau akarnya terganggu saat tanam. Sulam kalau ada yang mati.

4. Pemupukan

Pemupukan mangga mengikuti umur dan fase pohon. Pohon muda butuh dorongan untuk tumbuh. Pohon yang sudah berbuah butuh dukungan untuk bunga dan buah. Jadi cara memupuknya pun dibedakan.

Untuk pupuk dasar, pakai pupuk kandang atau kompos satu kali setahun, di awal musim hujan. Pupuk NPK diberikan sekitar tajuk, lalu ditutup tanah, jangan ditabur menempel batang. Idealnya pemupukan dibagi dua kali, awal dan akhir musim hujan.

Soal dosis, kita tidak bisa memakai satu angka untuk semua kebun, karena rumus pupuk tiap merek beda. Hitungnya sama seperti pupuk lain: cocokkan kandungan di karung dulu, baru takar. Caranya ada di artikel cara menyesuaikan dosis pupuk NPK.

Satu catatan: setelah panen, pohon perlu dipulihkan dengan pupuk dan pangkas. Pohon yang baru selesai berbuah itu capek. Kalau tahap ini dilewatkan, tahun depan bunganya bisa jarang.

5. Pengairan

Pohon muda harus rutin disiram, terutama di musim kering. Pohon dewasa lebih tahan kering, tapi tetap perlu air saat buah membesar.

Pastikan air cukup, bukan berlebihan atau kekurangan. Tanah lembap itu bagus, sementara tanah becek itu justru jadi masalah. Genangan membuat akar kekurangan udara, dan tanaman bisa layu walau tanahnya basah.

Menjelang pembungaan, penyiraman jangan berlebihan. Kekeringan terkendali adalah bagian dari memicu bunga. Setelah bunga jadi buah, air kembali dijaga rata.

6. Pemangkasan

Pangkas ada dua macam: pangkas bentuk dan pangkas pemeliharaan. Keduanya penting, tetapi tujuannya beda.

Pangkas bentuk dilakukan sejak pohon masih muda. Polanya 1-3-9-27: satu batang utama, tiga cabang primer, sembilan cabang sekunder, dan 27 cabang tersier. Tujuannya supaya kerangka pohon kuat dan cahaya masuk ke dalam tajuk.

Pangkas pemeliharaan dilakukan setelah panen. Buang ranting mati, ranting lemah, tunas air, dan cabang yang tumbuh ke dalam atau saling bersilang. Pohon yang tajuknya terbuka lebih mudah dikontrol hamanya, dan buahnya lebih seragam.

Jangan pangkas terlalu drastis sekaligus. Pohon yang kehilangan terlalu banyak daun akan lama pulih.

Jadi jik kita punya pohon mangga yang rindang sekali tapi jarang berbuah? Bisa jadi tajuknya terlalu rapat, sehingga energi pohon habis untuk daun.

7. Mengatur pembungaan

Mangga berbunga alami di musim kemarau, lalu panen sekitar akhir tahun. Pada musim panen raya, mangga melimpah dan harganya turun. Karena itu sebagian petani mengatur pembungaannya supaya panen bergeser di luar musim.

Untuk merekayasa pemanenan, teknologi yang direkomendasikan adalah gabungan: pangkas, pemupukan, dan zat pengatur tumbuh (ZPT). Salah satu ZPT yang dipakai adalah paklobutrazol. Tapi hati-hati, kalau teknik ini dilakukan tidak sesuai kondisi tanaman, pohon bisa stres, bahkan mati.

Pastikan penggunaan paklobutrazol hanya untuk pohon yang sehat dan sudah rutin berbuah. Untuk pohon muda atau pohon yang baru pulih, jangan dipaksa.

Dosis paklobutrazol sengaja tidak kita tulis di sini. Dosisnya tergantung umur pohon, cara aplikasi, dan produk. Ikuti label produk atau tanya penyuluh pertanian setempat sebelum memakainya.

Satu risiko yang sering terjadi: bunga muncul pas hujan deras, lalu rontok. Pernah lihat bunga mangga yang sudah banyak tapi tidak jadi buah setelah hujan? Itu salah satu penyebab yang umum. Karena itu waktu perlakuan perlu diperhitungkan dengan musim di daerah kita.

Setelah bunga jadi buah kecil, ada dua perawatan yang bisa dilakukan adalah: Pertama, penjarangan buah, yaitu buang sebagian buah muda supaya sisanya membesar. Kedua, pembungkusan (brongsong) saat buah masih kecil, supaya terlindung dari lalat buah dan penyakit. Pembungkusan dilakukan saat buah sebesar bola pingpong.

Buah mangga muda dibungkus kertas pada cabang
Buah muda dibungkus (brongsong) supaya terlindung dari lalat buah.

8. Hama dan penyakit

Kunci pengendalian hama mangga adalah mencegah dulu. Atur jarak tanam, jaga tajuk tetap terbuka, dan bersihkan kebun. Pestisida jadi pilihan terakhir.

Hama yang paling sering mengganggu buah adalah lalat buah. Tanda awalnya: bintik kecil di kulit, lalu buah busuk dan berulat. Caranya begini:

  • Kumpulkan buah yang jatuh atau terserang, lalu kubur.
  • Pasang perangkap dengan atraktan metil eugenol, misalnya dari botol bekas air mineral.
  • Bungkus buah saat masih kecil.

Pernah buah mangga jatuh dibiarkan saja di bawah pohon? Itu justru tempat lalat buah berkembang biak.

Hama lain yang perlu dikenali: wereng mangga dan thrips yang menyerang bunga dan pucuk muda, kutu putih, ulat daun, dan penggerek buah. Pemangkasan untuk mengurangi kelembapan dan pembuangan bagian yang terserang sering sudah membantu.

Untuk penyakit, yang paling umum adalah antraknosa. Gejalanya bercak hitam di daun, bunga, dan buah. Penyakit ini menyukai suasana lembap. Karena itu pangkas tajuk tengah supaya udara mengalir, dan bungkus buah sebagai perlindungan. Penyakit lain yang perlu diwaspadai: embun jelaga, kudis buah, dan busuk batang (diplodia).

Kalau memang harus pakai pestisida, pakai produk yang terdaftar untuk mangga dan ikuti dosis di label. Dosis juga tidak kita tulis karena beda per produk dan per kondisi. Untuk dasar mengenali hama lain, baca juga cara mengatasi hama pada tanaman.

9. Panen mangga

Panen jangan terlalu cepat dan jangan terlalu lambat. Buah yang dipetik mentah tidak akan manis. Buah yang terlalu tua cepat rusak saat dikirim.

Tanda buah siap petik berbeda tiap varietas. Secara umum, bekas tangkai mengering, lekuk ujung buah mulai rata, warna kulit berubah, dan lapisan lilin di kulit menebal. Untuk Gedong Gincu, umur buah acuan 95 sampai 115 hari setelah bunga mekar. Untuk varietas lain, catat tanggal bunga mekar sendiri, lalu pantau tandanya.

Petik pakai gunting pangkas atau galah berjaring, bukan dengan ditarik atau dipukul. Sisakan tangkai sekitar 10 cm supaya getah tidak mengenai kulit buah.

10. Pascapanen

Buah mangga yang baru dipetik perlu cepat ditangani. Kumpulkan di tempat teduh, jauh dari hujan dan terik. Jangan dibiarkan di bawah matahari langsung.

Setelah itu, sortir buah yang cacat, kelompokkan menurut ukuran dan tingkat kematangan, lalu kemas dengan bantalan supaya tidak saling menekan. Buah yang seragam lebih mudah dijual dan dikemas.

Untuk distribusi, jangan susun tumpukan kemasan terlalu tinggi dan jaga agar buah tidak kehujanan atau kepanasan. Semakin cepat sampai ke pembeli, semakin segar buahnya.

Pertanyaan yang sering muncul

Berapa lama mangga mulai berbuah?

Tergantung bibit dan perawatan. Bibit sambung biasanya lebih cepat berbuah sekitar 2 – 3 tahun daripada bibit biji. Angka tahunnya beda tiap varietas dan perawatan.

Apakah mangga bisa ditanam di pot?

Bisa, tapi hasilnya biasanya tidak sebanyak di tanah. Pot butuh pangkas rutin, media segar, dan penyiraman teratur.

Kapan waktu terbaik menanam mangga?

Awal musim hujan, karena air mulai cukup dan akar punya waktu menyesuaikan diri.

Penutup

Budidaya mangga tidak rumit kalau urutannya benar: bibit sambung, lahan yang tidak menggenang, pupuk dan pangkas yang rutin, lalu jaga bunga dan buah dari hujan serta lalat buah. Mulailah dari satu atau dua pohon dulu, catat apa yang terjadi, lalu tambah.

Kalau kita sedang mencari bibitnya, lihat dulu kategori bibit mangga di Kartani. Pilih jenis yang sesuai tujuan, lalu tanyakan ke tim Kartani bila ingin bantuan memilih. Panduan budidaya tanaman lain ada di sini: durian, alpukat, dan kelapa.

Referensi

  1. Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. 2021. Buku Lapang Budidaya Mangga. https://hortikultura.pertanian.go.id/wp-content/uploads/2024/10/Buku-Lapang-Mangga-2021-Rev-23-2-21_watermark.pdf
  2. Balitbu/Puslitbanghorti, Kementerian Pertanian. SOP Mangga Gedong Gincu. https://gaphortikultura.puslithorti.net/wp-content/uploads/2018/12/SOP-Mangga-2015.pdf
  3. Kementerian Pertanian. Teknologi Budidaya Mangga Off Season Gairahkan Petani Lombok Utara. https://hortikultura.pertanian.go.id/teknologi-budidaya-mangga-off-season-gairahkan-petani-lombok-utara/
  4. Cybext Kementerian Pertanian. Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman Mangga. https://cybext.id/detail/materi/pengendalian-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-mangga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *