Cara budidaya kelapa yang benar itu seperti apa? Menanam Kelapa memang kelihatannya gampang: tanam, tunggu, panen. Padahal yang paling menentukan ada di awal. Salah pilih jenis atau lahan, perawatan sebaik apa pun sulit menolong.
Pada artikel ini kita akan membahas urutan kerja di kebun Kelapa, dari memilih jenis sampai panen. Sumbernya diambil dari pedoman budidaya kelapa Kementerian Pertanian. [S1] [S2]
Pilih jenis kelapa dulu: Dalam, Genjah, atau Hibrida
Di Indonesia, kelapa umumnya dibagi menjadi tiga tipe: Dalam, Genjah, dan Hibrida. Menurut Ditjenbun, pilihannya bergantung pada tujuan menanam dan luas lahan yang kita punya. [S2]
Kelapa Dalam
Kelapa Dalam tumbuh tinggi dan berbuah lebih lama. Pada varietas Dalam, buah pertama muncul sekitar umur 4 sampai 5 tahun. [S1]
Kelapa Genjah
Kelapa Genjah lebih pendek, batangnya lebih kecil, dan pelepahnya lebih pendek. Ditjenbun menyebut genjah mulai berbuah di umur 2 atau 3 tahun kalau tanamnya tepat dan perawatannya baik. Angkanya beda per varietas. Genjah Entok sekitar 36 bulan, Genjah Salak tercatat mulai berbuah pada 24 bulan, Genjah Kuning Bali 36 bulan, serta Genjah Kuning Nias dan Genjah Raja 40 bulan. [S1] [S2]
Kelapa Hibrida
Kelapa Hibrida adalah persilangan antara Genjah dan Dalam. Lima hibrida yang dilepas pemerintah, Khina-1 sampai Khina-5, mulai berbuah di kisaran 4 tahun. Khina-1 sampai Khina-3 disebut cukup baik ditanam di dataran rendah sampai 450 mdpl. [S1]
Jadi tidak ada tipe yang paling benar. Untuk pekarangan, Ditjenbun menyarankan genjah karena pendek, lebih cepat berbuah, dan akarnya serabut sehingga lebih aman ditanam di sekitar rumah. Untuk kebun yang lebih luas, Dalam dan hibrida tetap pilihan yang wajar. Yang penting cocok dengan tujuan kita, misalnya kelapa segar, santan, atau kopra. [S2]
Satu hal lagi: sifat tiap varietas tidak sama. Ada varietas yang tahan, agak peka, dan peka terhadap penyakit busuk pucuk. Ada juga yang lebih tahan kemarau dibanding yang lain. Karena itu tanyakan sifat varietasnya ke penjual bibit sebelum memesan. [S1]
Kelapa wulung yang sabutnya merah keunguan kita bahas terpisah di artikel Kelapa Wulung.
Cek lahan sebelum membeli bibit
Iklim
Soal iklim, kelapa menyukai tempat yang cukup air dan tidak dingin. Iklim dinilai dari dua hal: curah hujan dan ketinggian tempat. Kategori yang paling sesuai adalah di bawah 500 mdpl, curah hujan di bawah 2.500 mm per tahun, dan bulan kering kurang dari 3 bulan. [S1]
Tiap varietas punya daerah pengembangan sendiri. Dalam Mapanget, misalnya, dicatat untuk iklim yang lebih basah (2.500 sampai 3.500 mm per tahun), sedangkan Dalam Tenga dan Dalam Bali untuk curah hujan di bawah 2.500 mm. Genjah Kopyor tumbuh baik di dataran rendah sampai sekitar 300 mdpl. [S1]
Kondisi Tanah
Berikutnya tanah. Lahan yang paling ideal adalah tanah yang datar, tanahnya dalam (lebih dari 100 cm), bertekstur lempung berpasir, tidak pernah tergenang, dan pH sekitar 5,5 sampai 7,0. [S1]
Genangan perlu perhatian khusus. Lahan yang tergenang lebih dari 3 hari masuk kategori tidak sesuai. Jadi air yang cepat surut sama pentingnya dengan hujan yang cukup. [S1]
Cara cek yang gampang: datangi lahan setelah hujan deras dan lihat apakah ada bagian yang menggenang. Gali satu lubang contoh dan lihat sedalam apa tanahnya gembur. Kalau pH ingin dipastikan, ukur lewat uji tanah di laboratorium atau tanya penyuluh setempat.
Lahan yang tidak sempurna belum tentu tidak bisa ditanam. Tapi, makin jauh dari kondisi ideal, makin banyak yang harus kita perbaiki, mulai dari saluran air sampai teras di lahan miring. [S1]
Pemilihan bibit yang sehat
Setelah mengatur kondisi lahan, selanjutnya memilih bibit Kelapa yang sehat. Bibit kelapa berasal dari buah benih yang dipetik tua dan dipilih ketat. Buah benih disyaratkan berumur lebih dari 11 bulan, berbunyi nyaring kalau diguncang, dengan daging buah lebih dari 10 mm. Daya kecambahnya minimal 80%. [S1]
Kita sebagai pembeli tidak perlu menguji semua itu. Cukup pastikan bibitnya berasal dari penangkar atau penjual yang jelas seperti CV. Karya Tani Mandiri. [S2]
Saat bibit datang, periksa langsung: batang tegak, daun hijau tanpa bercak, dan tidak ada tanda serangan hama di pucuk.
Siapkan lahan, jarak tanam, dan lubang tanam
Pertamaz mulai dari membersihkan lahan. Semak dibabat serendah mungkin, lalu hasil babatannya dibiarkan melapuk. Bakar sesedikit mungkin, atau kalau bisa jangan membakar sama sekali, supaya kesuburan lahan tidak merosot. [S1]
Setelah bersih, tentukan jarak tanam. Jarak ini bergantung pada tipe kelapa dan cara kita memakai lahan, jadi jangan disamakan untuk semua jenis.
Kalau kelapa Dalam ditanam sendiri tanpa tanaman lain, yang dianjurkan 9 x 9 meter pola segitiga, sekitar 143 pohon per hektare. Pilihan lain pola segi empat 8,5 x 8,5 atau 9 x 9 meter. Pola segi empat 9 x 9 meter memuat sekitar 123 pohon per hektare. [S1]
Hibrida dicatat memakai 8 x 8 meter pola segitiga, sekitar 180 pohon per hektare. Genjah di pekarangan yang terbatas, menurut Ditjenbun, bisa memakai 8 x 8 atau 9 x 9 meter, tergantung lahan yang tersedia. [S1] [S2]
Kalau di sela kelapa ingin ditanami tanaman lain, ada dua pola. Pola pagar 16 x 6 meter memuat sekitar 106 pohon per hektare, dan pola gergaji (5 x 3) x 16 meter sekitar 175 pohon per hektare. Keduanya menyisakan lorong lebar untuk tanaman sela, sedangkan pola segitiga 9 x 9 meter menyisakan ruang yang lebih terbatas. [S1]
Tandai titik tanam dengan ajir. Pakai tali yang disimpul tiap jarak tanam, lalu pasang ajir bambu di tiap titik. Arah baris sebaiknya timur-barat. Pekerjaan ini paling enak dikerjakan tiga sampai lima orang. [S1]

Lubang tanam dibuat di titik ajir, ukuran 60 x 60 x 60 cm, dengan ajir tepat di tengah. Pisahkan tanah lapisan atas di satu sisi dan tanah di bawahnya di sisi lain. Di tanah yang berat, seperti liat, bercadas, atau berbatu, lubang sebaiknya diperbesar sampai 80 x 80 x 80 cm atau lebih. [S1]
baca juga : Cara Menentukan Tekstur Tanah Pada Lahan Pertanian

Buat lubang satu sampai dua minggu sebelum tanam, lalu campur tanah lapisan atas dengan pupuk dasar. Sekitar 10 kg pupuk kandang per lubang. [S2]
Di lahan miring, buat teras individu lebih dulu, berdiameter 2 meter atau lebih, dengan titik ajir sebagai pusatnya. Miringkan permukaan teras sedikit ke arah dinding teras supaya aliran air hujan lebih kecil dan air lebih lama tertahan. Lubang tanam dibuat di tengah teras. [S1]
Menanam bibit kelapa
Waktu tanam yang umum dipilih adalah awal musim hujan, supaya bibit tidak langsung kekurangan air. Siram bibit lebih dulu sebelum dibawa ke kebun.
Bibit dalam polybag dikeluarkan dari kantongnya dengan hati-hati. Potong dasar polybag secara melingkar dengan pisau tajam, mulai dari 5 cm di atas dasar. Pegang pangkal batang bibit dengan satu tangan, sangga bagian bawahnya dengan tangan lain, lalu masukkan ke lubang. Keluarkan sisa kantong supaya akar langsung menyentuh tanah. [S1]
Atur bibit supaya tegak dan lurus dari segala arah. Isi lubang dengan tanah lapisan atas yang sudah dicampur pupuk, lalu padatkan di sekeliling bibit. Buat permukaan tanah di sekitarnya agak cembung supaya air tidak menggenang di pangkal. [S1]
Bibit tanpa polybag perlu disiapkan lebih rapi. Bibit yang sudah dicabut harus tertanam hari itu juga, jadi jumlah yang dicabut disesuaikan dengan tenaga yang ada. [S1]
Setelah ditanam, siram bibit secukupnya. Siram lagi setiap kali hujan tidak turun. [S2]
Merawat tanaman muda: air, gulma, dan pupuk
Di tahun-tahun awal, pekerjaan kita sederhana: jaga air, bersihkan gulma, dan beri pupuk.
Soal air, siram secukupnya saat hujan tidak turun, terutama di musim kemarau. [S2]
Gulma dikendalikan lewat piringan, yaitu lingkaran tanah di sekitar batang berjari-jari 1 sampai 2 meter. Bersihkan dengan cangkul. Piringan dibersihkan tiga bulan sekali. Waktu ini sekaligus pas untuk memupuk. Saat tanaman sudah berproduksi, sabut atau daun kelapa bisa ditaruh di piringan untuk menahan gulma dan menjaga kelembapan tanah. Kalau memakai herbisida, ikuti dosis anjuran di label. [S1]

Pemupukan kelapa
Pupuk di awal atau di akhir musim hujan. Tabur pupuk di piringan, jangan ditumpuk di pangkal batang. Jari-jari taburnya membesar mengikuti umur. Tiga bulan setelah tanam sekitar 50 cm dari batang, tanaman 2 tahun 1 meter, tanaman 3 tahun 1,5 meter, dan tanaman 4 tahun ke atas 2 meter. Setelah ditabur, tutup pupuk dengan tanah supaya tidak menguap atau tercuci hujan. [S1]
Dosis di tabel Balit Palma untuk kelapa Dalam, dalam gram per pohon per tahun:
- Tahun pertama: urea 250, SP-36 175, KCl 350, kieserit 50. Total 825. [S1]
- Tahun kedua: urea 500, SP-36 350, KCl 700, kieserit 100, borak 10. Total 1.660. [S1]
- Tahun ketiga: urea 750, SP-36 525, KCl 1.100, kieserit 150, borak 20. Total 2.545. [S1]
- Tahun keempat: urea 1.000, SP-36 750, KCl 1.500, kieserit 200, borak 30. Total 3.480. [S1]
Tabel ini hanya untuk kelapa Dalam. Dosis sebenarnya bergantung pada umur tanaman dan ketersediaan hara di tanah, yang diketahui lewat analisis hara. Untuk genjah dan hibrida, dosis bisa kita sesuaikan dengan kondisi lahan masing-masing. [S1]
Pupuk organik membantu memperbaiki tanah. Untuk tanaman yang sudah berproduksi, bisa memakai pupuk kandang 5 sampai 10 kg per pohon per tahun atau kompos daun kelapa sekitar 5 kg per pohon per tahun. [S1]
Hama dan penyakit kelapa: pantau dulu, kendalikan seperlunya
Pengendalian hama terpadu (PHT) artinya kita tidak langsung menyemprot. Kita memantau kebun, lalu mengendalikan saat serangan sudah mencapai ambang batas ekonomi. Caranya: rawat tanaman supaya sehat, jaga kebersihan kebun, manfaatkan musuh alami, dan pakai insektisida hanya kalau perlu. [S1] [S2]
Ada tiga hama yang posisinya paling penting: kumbang Oryctes, Brontispa, dan Sexava. [S1]
Kumbang Oryctes merusak pelepah muda yang belum terbuka. Setelah daun terbuka, tampak guntingan berbentuk segitiga. Pada tanaman muda berumur dua tahun atau kurang, kumbang bisa merusak titik tumbuh sampai tanaman mati. Kumbang ini berkembang biak di batang kelapa lapuk, kotoran hewan, dan tumpukan serbuk gergaji, jadi sanitasi kebun adalah langkah pertama. Perangkap feromon dan musuh alami juga dianjurkan. [S1]
Brontispa merusak daun yang belum terbuka. Tandanya pucuk mengering, dan kalau daun dibuka kita bisa menemukan telur, larva, pupa, atau kumbangnya. Hama ini bisa menyerang sejak pembibitan sampai tanaman dewasa. Pemupukan, pengelolaan air, dan sanitasi kebun membantu tanaman tetap sehat. Musuh alami seperti parasitoid pupa dan cendawan Metarhizium dipakai untuk menekan populasinya. [S1]
Sexava merusak daun dan buah muda. Serangan berat membuat buah gugur dan daun tinggal lidi. Pengendalian Sexava sampai sekarang belum memuaskan. Sanitasi dan pengolahan tanah tetap membantu karena telurnya diletakkan di tanah sekitar pertanaman. [S1]
Dari sisi penyakit, busuk pucuk bisa merusak sangat berat, terutama pada varietas yang rentan. Penyebabnya cendawan Phytophthora palmivora. Gejala awalnya daun muda pucat dan tidak berkilau, ujung daun membengkok dan layu. Di tahap lanjut titik tumbuh membusuk dan tanaman mati. Cendawan yang sama juga menyebabkan gugur buah pada buah berumur 3 sampai 7 bulan. [S1]
Pengendaliannya bertumpu pada pencegahan: memilih varietas yang lebih tahan, menjaga sanitasi dan karantina, serta mencabut dan memusnahkan tanaman yang terserang. Fungisida sistemik juga bisa digunakan untuk kasus ini. Pemakaian bahan kimia sebaiknya mengikuti label. [S1]
Bercak pada daun yang disebabkan cendawan dijawab dengan perawatan: air cukup dan pupuk seimbang, terutama kalium. Fungisida baru dipertimbangkan kalau lebih dari 25% permukaan daun tertutup bercak. [S1]
Kapan kelapa berbuah dan bagaimana memanennya
Bagian paling lama ada di sini. Dari angka varietas tadi, genjah paling cepat (24 sampai 40 bulan), hibrida sekitar 4 tahun, dan Dalam 4 sampai 5 tahun. Ditjenbun sendiri mengaitkan buah pertama dengan penanaman yang tepat dan perawatan yang baik. [S1] [S2]
Buah kelapa umumnya siap panen pada umur 11 sampai 13 bulan. Kulit buahnya biasanya kecokelatan, dan kalau diguncang, air di dalamnya berbunyi nyaring. Di daerah yang tingginya sekitar 450 mdpl atau lebih, kulit buah matang umumnya tidak tampak kecokelatan, jadi tanda lain seperti bunyi air perlu lebih diperhatikan. [S1]
Buah dipetik dengan galah untuk pohon yang masih pendek, atau pemanjat naik lalu memotong buah yang sudah siap dengan parang. Sebelum turun, pemanjat sebaiknya membersihkan daun kering atau busuk dan seludang kering yang tertinggal, supaya hama dan penyakit tidak berkembang di situ. Buah dikumpulkan di piringan agar mudah diangkut keluar. [S1]
Dalam satu tahun, buah dipetik paling sedikit 4 kali (tiap 3 bulan) dan paling banyak 6 kali (tiap 2 bulan). [S1]
Kalau jenis dan lahannya sudah jelas
Setelah lahan dicek dan jenis kelapa ditentukan, langkah berikutnya memilih bibit. Kita bisa melihat Bibit Kelapa Dalam, Bibit Kelapa Hibrida, atau Bibit Kelapa Genjah Entok di Kartani. Jenis kelapa lainnya ada di kategori Kelapa.
Sebelum memesan, ceritakan dulu kondisi lahan kita lewat WhatsApp Kartani supaya jenis bibitnya bisa dicocokkan. Setelah bibit ditanam, panduan merawat bibit tanaman buah membantu di bulan-bulan awal.
Referensi
- Kementerian Pertanian RI. Pedoman Budidaya Kelapa (Cocos nucifera) yang Baik, lampiran Permentan No. 130/Permentan/OT.140/12/2013. https://peraturan.bpk.go.id/Details/160403/permentan-no-130permentanot140122013-tahun-20
- Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan. Type Kelapa yang Cocok untuk Ketahanan Pangan Keluarga, 14 September 2022. https://ditjenbun.pertanian.go.id/type-kelapa-yang-cocok-untuk-ketahanan-pangan-keluarga/

